Kamis, 24 Februari 2011

Pengaruh pergaulan bebas bagi remaja


pengaruh pergaulan bebas pada anak remaja

BAB I.
Pendahuluan

A. Latar Belakang.

Pada saat ini banyaknya pergaulan bebas yang dilakukan oleh para remaja Zaman sekarang. Kamu tau kan PERGAULAN BEBAS ITU APA? Pasti tau dong? Biasanya para remaja itu lebih banyak yang bergaul ke hal yang negatifnya, dari pada ke hal positifnya. Tetapi banyak anak remaja di Zaman sekarang itu banyak yang terjerumus ke hal-hal yang sangat buruk. Misalnya anak laki-laki sekarang yang masih SMP maupun SMA sudah mulai merokok semua. Dan hal itu bisa mengakibatkan kesehatannya terganggu. Dan biasanya bisa terjerumus lebih jauh lagi, seperti menggunakan obat-obatan terlarang yang biasanya disebut dengan NARKOBA. Pasti tau kan NARKOBA itu apa?????. Terkadang-kadang ada juga anak remaja yang melakukan SEX diluar nikah. Sehingga megakibatkan hamil di luar nikah,dan dapat menghancurkan masa depannya dan semua cita-cita tidak akan bisa tercapai dengan baik. Tetapi ada juga yang terkena penyakit AIDS, karena sering melakukan SEX bebas. Ada juga kenakalan remaja seperti "Balapan Sepeda Motor Liar". Biasanya anak remaja melakukan balap liar di tempat-tempat tertentu, dan aman dari Jaringan polisi. Biasanya juga ada para remaja yang sedang memadu kasih yang biasanya disebut dengan pacaran. Biasanya anak remaja sekarang cara berpacarannya sangatlah lain. Misalnya sudah melakukan KISSING.

B. Rumusan Masalah
Dalam sebuah penelitian paling tidak dalam rumusan masalah mengandung unsur antara lain :
1)Memuat variable yang akan dibahas .
2)Menampakkan keterkaitan antar variable (jika lebih dari stu variable)
3)Berupa kata dan tanda tanya.
4)Permasalahan yang akan dipecahkan.
5)Alternatif pemecahan.
6)Obyek penelitian.
Sesuai dengan uraian di atas masih bebicara tentang pengaruhnya pergaulan bebas pada anak remaja.Maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut.
"Apakah pergaulan bebas pada anak remaja itu dapat diatasi?"

C. Tujuan Penelitian.
a) Tujuan umum.
Untuk mendapatkan gambaran dari pergaulan babas pada anak remaja di Zaman sekarang ini. Dan untuk menambah wawasan yang lebih luas lagi, dan supaya diri kita sendiri dapat menghindari dari pergaulan bebas.
b)Tujuan Khusus
Tujuan khususnya adalah mengetahui dan memberikan komentar pada pernyataan berikut ini :
1)Apakah yang dimaksud pergaulan bebas pada saat ini?
2)Apa dampak dari pergaulan bebas itu?
3)Bagaimana solusi atas permasalahan-permasalahan tersebut?

D. Manfaat Penelitian.
a)Kami dapat menetahui tentang gambaran dari pergaulan bebas di Zaman sekarang ini. Agar kita dapat menjaga diri kita sendiri dan lebih berhati-hati dalam bergaul. Karena pergaulan itu ada yang Negatif dan ada Positifnya. Tapi para remaja itu kebanyakan bergaul yang Negatif,sehingga mereka dapat terjerumus dalam hal-hal yang tidak di inginkan, misalnya: Hamil di luar nikah, dan dapat terkena penyakit AIDS.
b)Berharap penelitian ini akan disukai oleh banyak masyarakat luas dan memberikan sedikit masukan atau gambaran bahwa pergaulan bebas itu tidak bagus untuk kalangan remaja maupun yang sudah dewasa.
c)Sebagai landasan acuan untuk melakukan penelitian atau experimen selanjutnya.

B. Metode Penelitian.
A) Menentukan Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang dapat berupa manusia, benda dan sebagainya yang menjadi objek penelitian.Dapat disimpulkan bahwa populasi adalah semua anggota kelompok manusia atau individu, yang merupakan objek dari suatu penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil populasi sebagai daerah peneliti yaitu semua SMP se Kota MOJOKERTO. Dari populasi ini jumlahya sanagatlah banyak, bahkan beribu-ribu siswa karena ini adalah populasi siswa SMP se Kota MOJOKERTO.
2) Sampel
Sampel adalah sebagian yang diambil dan keseluruhan dari objek yang sedang diteliti, yang mewakili seluruh populasi dengan memakai atau menggunakan teknik tertentu. Berdasarkan uraian diatas, tidak semua SMP se Kota MOJOKERTO dijadikan Sampel. Maka peneliti mengambil salah satu sampel yaitu Siswa-siswi SMP Negeri 2 Kota Mojokerto, karena mereka dianggap bisa mewakili dari SMP se Kota Mojokerto. Sebab mereka dikategorikan Siswa-Siswi yang sangat teladan.
B) Rancangan Dan Pelaksanaan Penelitian.
Dalam pengerjaan tugas ini saya membutuhkan waktu mulai dari hari Rabu-jumat. Dan tempat saya mengerjakan laporan ini di warnet(Warung Internet) Kirana. Tentang pembahasan pengaruhnya pergaulan bebas pada anak remaja Setelah megetahui dari penjelasan tentang Populasi dan Sampel, Maka dapat ditentukan dari hasil penelitian. Penelitian saya kali ini fakta, karena saya mengambil data ini dari dengan cara mewawancarai teman-teman saya tentang pengaruhnya pergaulan bebas. Agar saya dapat membandingkan pendapat dari teman yang satu dengan yang lainnya. Data-data tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :
1)Data tentang pengaruh pergaulan bebas.
2)Data tentang pendapat para teman-teman tentang pengaruh pergaulan bebas.
3)Tanggapan dari teman-teman tentang pergaulan bebas.
4)Data penyalah gunaan tentang pergaulan. Dari data-data tersebut merupakan kumpulan-kumpulan atau ringkasan data-data yang telah diuraikan.
D) Instrumen Penelitian.
Instrumen sebagai alat yang dapat digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian. Dalam Instrumen ini saya menggunakan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut
1) Siapa sajakah yang terjerumus dalam pergaulan bebas secara umum?
2)Mengapa mereka sampai terjerumus dalam pergaulan bebas?

E) Teknik Analisis Data.
Dalam memperoleh data dari para sumber berita, teknik penelitian yang saya gunakan ialah Teknik ini dilakukan dengan cara mewawancarai seorang teman tersebut. Langkah yang ditempuh agar mendapatkan informasi dari Narasumber secara detail.
1)Membuat perbincangan Awal dengan seorang teman tersebut sambil menciptakan suasana yang hangat.
2)Mulai memberi pertanyaan dengan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung perasaan orang yang sedang di wawancarai.
3)Mulai membuat dan menyusun data untuk laporan penelitian berdasarkan keterangan yang teleh di jelaskan oleh Narasumber.
4)Menghitung prosentase pendapatan Narasumber yang setuju atas ajakan untuk meningkatkan mutu remaja, agar tidak banyak yang terjerumus ke pergaulan yang bebas. Narasumber yang saya wawancarai sebanyak 4 orang, dan yang setuju dengan pendapat saya sebanyak 3 orang. Rumus yang digunakan adalah Jumlah narasumber yang di wawancarai dibagi dengan jumlah Narasumber yang setuju dan dikalikan dengan 100% 5/3 x100%= 166,67%
BAB 3
Hasil Penelitian.
Kita tentu tau pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku yang menyimpang , yang mana "bebas" itu dimaksud melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di linkungan maupun di media masa. Remaja adalah individu yang labil emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Masalah Keluarga,kekecewaan, dan ajakan-ajakan teman yang bergaul bebas makin berkurangnya potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa

BAB 4. Penutup
Pada dasarnya kesimpulan pergaulan bebas itu adalah Tergantung pada remaja itu sendiri, kalau dia melakukan pergaulan bebas atau tidak. Jika para generasi muda menginginkan perubahan sebaiknya mereka memiliki bimbingan untuk melakukan hal yang memang patut mereka lakukan. Itu semua kembali pada diri tiap remaja itu masing-masingdan juga dukungan dari lingkungan baik itu dari keluarga,masyarakat,dan juga sekolah. Karena perubahan itu memerlukan dukungan dari seseorang yang sayang sama kita. Terutama dari orang tua kita. Semua orang pasti butuh kasih sayang dari orang tua.

B) Saran
Bagi para pembaca marilah kitabersama-sama ikut adil dalam menerapkan "Hidup gaul tan HIV/AIDS, baik dengan menjadi individu yang menjauhi pergaulan bebas dan juga dalam memotivasi kepada orang-orang di sekeliling kita. Dalam hal ini media masa juga menampilkan hal-hal positif yang perlu dilakukan. Bukan malah menampilkan flim-flim yang menunjukkan hebohnya gemerlap dunia malam dan maraknya pergaulan bebas yang disalah tafsirkan merupan suatu kebanggaan para remaja. Sehingga hal tersebut menjadi makanan sehari-hari. Semua pihak perlu berperan untuk menanamkan "gaul tanpa HIV/AIDS."

Jumat, 11 Februari 2011

Sebelas Maret
Diriku masuk penjara
Awalku menjalani

Proses masa tahanan
Hidup di penjara
Sangat berat kurasakan
Badanku kurus
Karena beban pikiran

Kita orang yang lemah
Tak punya daya apa-apa
Tak bisa berbuat banyak
Seperti para koruptor

Andai ku Gayus Tambunan
Yang bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi
Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Tujuh Oktober
Ku bebas dari penjara
Menghirup udara segar
Lepaskan penderitaan
Wahai Saudara
Dan para sahabatku
Lakukan yang terbaik
Jangan Engkau salah arah

Andai ku Gayus Tambunan
Yang bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi
Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Biarlah semua menjadi kenangan
Kenangan pahit
Dalam hidup ini

Andai ku Gayus Tambunan
Yang bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Kamis, 10 Februari 2011


Rumah kaca (atau rumah hijau) adalah sebuah bangunan di mana tanaman dibudidayakan. Sebuah rumah kaca terbuat dari gelas atauplastik; Dia menjadi panas karena radiasi elektromagnetik yang datang dari matahari memanaskan tumbuhan, tanah, dan barang lainnya di dalam bangunan ini.
Kaca yang digunakan untuk rumah kerja bekerja sebagai medium transmisi yang dapat memilih frekuensi spektral yang berbeda-beda, dan efeknya adalah untuk menangkap energi di dalam rumah kaca, yang memanaskan tumbuhan dan tanah di dalamnya yang juga memanaskan udara dekat tanah dan udara ini dicegah naik ke atas dan mengalir keluar. Oleh karena itu rumah kaca bekerja dengan menangkap radiasi elektromagnetik dan mencegah konveksi. Lihat rumah kaca surya (teknikal) untuk diskusi teknikal bagaimana rumah kaca surya bekerja.
Rumah kaca sering kali digunakan untuk mengembangkan bunga, buah dan tanaman tembakau. Lebah bumble adalah polinator pilihan untuk banyak polinasi rumah kaca, meskipun tipe lebah lain juga digunakan, dan juga polinasi buatan.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/4/43/Tobac_grnhouse8980.JPG/200px-Tobac_grnhouse8980.JPG
http://bits.wikimedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png
Mowing young tobacco in greenhouse of half million plants (Hemingway, South Carolina)
Selain tembakau, banyak sayuran dan bunga juga dikembangkan di rumah kaca pada akhirmusim dingin atau awal musim semi, yang kemudian dipindahkan ke luar begitu cuaca menjadi hangat.
Ruangan yang tertutup dari rumah kaca mempunyai kebutuhan yang unik, dibandingkan dengan produksi luar ruangan. Hama dan penyakit, dan panas tinggi dan kelembaban, harus dikontrol, dan irigasi dibutuhkan untuk menyediakan air.
Rumah kaca menjadi penting dalam penyediaan makanan di negara garis lintang tinggi. Kompleks rumah kaca terbesar di dunia terletak di Leamington, Ontario (dekat tempat paling selatan Kanada) di mana sekitar 200 "acre" (0.8 km²) tomat dikembangkan dalam gelas.
Rumah kaca melindungi tanaman dari panas dan dingin yang berlebihan, melindungi tanaman dari badai debu dan "blizzard", dan menolong mencegah hama. Pengontrolan cahaya dan suhu dapat mengubah tanah tak subur menjadi subur. Rumah kaca dapat memberikan negara kelaparan persediaan bahan makanan, di mana tanaman tak dapat tumbuh karena keganasan lingkungan. Hidroponik dapat digunakan dalam rumah kaca untuk menggunakan ruang secara efektif.
Efek rumah kaca

. Apakah yang dimaksud Efek Rumah Kaca?

Ditulis oleh Soetrisno pada 01-01-2003
Dunia memperoleh sebagian besar energi dari pembakaran bahan bakar fosil yang berupa pembakaran minyak bumi, arang maupun gas bumi. Ketika pembakaran berlangsung sempurna, seluruh unsur karbon dari senyawa ini diubah menjadi karbon dioksida. Senyawa karbon dari bahan bakar fosil telah tersimpan di dalam bumi selama beratus-ratus milliar tahun lamanya. Dalam jangka waktu satu atau dua abab ini, senyawa karbon ini dieksploitasi dan diubah menjadi karbon dioksida. Tidak semua karbon dioksida berada di atmosfir (sebagian darinya larut di laut dan danau, sebagian juga diubah menjadi bebatuan dalam wujud karbonat kalsium dan magnesium), tetapi hasil pengukuran menunjukkan bahwa kadar CO2 di atmosfir perlahan-lahan meningkat tiap tahun dan terus meningkat dekade-dekade terakhir.
Peningkatan dari kadar CO2 di atmosfir menimbulkan masalah-masalah penting yang disebabkan oleh alasan-alasan berikut ini. Karbon dioksida memiliki sifat memperbolehkan cahaya sinar tampak untuk lewat melaluinya tetapi menyerap sinar infra merah. Agar bumi dapat mempertahankan temperatur rata-rata, bumi harus melepaskan energi setara dengan energi yang diterima. Energi diperoleh dari matahari yang sebagian besar dalam bentuk cahaya sinar tampak. Oleh karena CO2 di atmosfer memperbolehkan sinar tampak untuk lewat, energi lewat sampai ke permukaan bumi. Tetapi energi yang kemudian dilepaskan (dipancarkan) oleh permukaan bumi sebagian besar berada dalam bentuk infra merah, bukan cahaya sinar tampak, yang oleh karenanya disearap oleh atmosfer CO2. Sekali molekul CO2 menyerap energi dari sinar infra merah, energi ini tidak disimpan melainkan dilepaskan kembali ke segala arah, memancarkan balik ke permukaan bumi. Sebagai konsekuensinya, atmosfer CO2 tidak menghambat energi matahari untuk mencapai bumi, tetapi menghambat sebagian energi untuk kembali ke ruang angkasa. Fenomena ini disebut dengan efek rumah kaca.
Kita mungkin menduga adanya peningkatan bertahap dari temperatur rata-rata permukaan bumi atau pemanasan global, sebagai akibat dari bertambahnya kadar CO2 tiap tahunnya. Sesungguhnya, tidak diperlukan peningkatan yang tinggi dari temperatur rata-rata untuk mengakibatkan perubahaan pada cuaca bumi. Peningkatan 4 derajat celcius cukup untuk sebagian besar antartik mencair dan berakibat tenggelamnya beberapa negara-negara pantai di seluruh dunia. Tetapi apakah sesungguhnya temperatur rata-rata terus meningkat? Hasil pengukuran menunjukkan temperatur rata-rata bumi meningkat, 0.6 derajat celcius, dari tahun 1880 sampai 1940, lalu kembali menurun, kurang lebih 0.3 derajat celcius, dari tahun 1940 sampai 1975, walaupun konsentrasi dari CO2 pada atmosfer terus meningkat pada masa itu. Sejak tahun 1975 temperatur bumi kembali meningkat secara perlahan-lahan. Pada dasarnya, sampai saat ini kita tidak memastikan seberapa jauh efek rumah kaca berdampak pada perubahan cuaca bumi. Ada banyak faktor yang terlibat didalamnya, dan penelitian terus berlanjut.
Perubahan iklim yang diakibatkan oleh pemanasan global, belakangan ini tampaknya menjadi salah satu isu hangat yang menjadi perhatian dunia. Tidak tanggung-tanggung untuk membahas ini akan diadakan konferensi perubahan iklim (climate change) pada tanggal 3- 12 Desember di Bali. Konferensi ini kabarnya akan di hadiri 10 ribu hingga 15 orang dari 180 negara .Wow…Bali pasti akan sangat ramai dan kotor tentunya…
Salah satu penyebab dari pemanasan global adalah peningkatan gas rumah kaca (greenhouse effect). Menurut wikipedia,efek rumah kaca telah meningkatkan suhu bumi rata-rata 1 hingga 5 derajat Celciuls.
Sebenarnya apa sih efek rumah kaca itu sih ? dulu saya menyangka efek rumah kaca adalah akibat yang di timbulkan oleh bangunan-bangunan yang memilki banyak kaca (waduh ..ndeso banget yah..)

Namun akhirnya saya dapat pencerahan. Analogi sederhana untuk menggambarkan efek rumah kaca adalah ketika kita memarkir mobil di tempat parkir terbuka pada siang hari. Ketika kita kembali ke mobil di sore hari, biasanya suhu di dalam mobil lebih panas di bandingkan suhu di luar. Karena sebagian energi panas dari matahari telah di serap oleh kursi, dashboard dan karpet mobil. Ketika benda-benda tersebut melepaskan energi panas tersebut, tidak semuanya dapat keluar melalui jendela tetapi sebagian di pantulkan kembali.Penyebabnya adalah perbedaan panjang gelombang sinar matahari yang memasuki mobil dan energi panas yang dilepaskan kembali oleh kursi.Sehingga jumlah energi yang masuk lebih banyak dibandingkan energi yang dapat keluar. Akibatnya kenaikan bertahap pada suhu di dalam mobil.
Efek Rumah Kaca
Menurut wikipedia, Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer, 25% diserap awan, 45% diabsorb permukaan bumi dan 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Energi yang diabsorb dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Sebenarnya dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, untuk mempertahankan panas di bumi. Tanpa adanya efek rumah kaca sama sekali, mungkin kondisi Bumi akan seperti Mars, dimana kondisi di sana sangat dingin dan tidak memungkinkan adanya kehidupan.
Akibat dari ulah manusia menyebabkan naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsnya. Pengukuran kadar Co2 yang dilakukan oleh Observatorium Mauna Loamenunjukkan kenaikan kadar CO2 yang signifikan dari 313 ppm (parts per million) pada tahun 1960 menjadi 375 ppm pada tahun 2005.
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTRyhHjKvFU62_DWgNOcy7NRFz3nwuPfOHgPE7toagdr8ExSY_OMw